Tanggul Jebol, Tokmas Desak Perbaikan dan Normalisasi

Salah satu tanggul yang jebol akibat hantaman lahar dingin. Dan masih ada beberapa dalam kondisi yang sama dan mengancam rumah warga sekitar.(Stenly Gaghunting)
banner 468x60

Siau – Kerusakan tanggul penahan tanah di jalur lahar dingin Kali Kering, Kelurahan Akesimbeka, Kecamatan Siau Timur (Sitim), Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Tanggul yang berada tepat di samping lapangan tenis SMAN 1 Siau Timur tersebut dilaporkan jebol akibat banjir lahar dingin yang dipicu tingginya intensitas curah hujan pada pertengahan Januari lalu.

Kali Kering sendiri merupakan jalur lahar dingin yang berhulu Lereng Gunung Api Karangetang serta Kali Batuawang. Saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, debit air bercampur material batu dan lumpur meningkat drastis dan menyebabkan luapan hingga ke badan jalan raya.

Tokoh masyarakat yang juga mantan Wakil Bupati Sitaro Periode 2008-2013, Drs Piethein Kuera, dalam pertemuan bersama para orang tua siswa belum lama ini menegaskan pentingnya perhatian serius dari pemerintah terhadap kondisi tersebut.

Menurutnya, keberadaan tanggul yang rusak sangat berisiko, terutama karena lokasinya berdekatan dengan fasilitas pendidikan. Ia mengingatkan bahwa aktivitas belajar mengajar di sekolah harus menjadi prioritas dalam aspek keselamatan.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan jiwa para siswa, tenaga pendidik, dan juga masyarakat sekitar. Jangan sampai kita menunggu terjadi hal yang lebih besar baru bertindak,” ujarnya.

Warga setempat juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Mereka mengungkapkan bahwa saat hujan deras, banjir sempat meluap hingga ke jalan raya dan memaksa sebagian warga mengungsi secara mandiri demi keselamatan.

“Kondisi ini sering menimbulkan kepanikan. Kalau hujan turun dengan intensitas tinggi, kami langsung waswas,” ungkap salah satu warga Akesimbeka.

Menurut warga, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan dengan curah tinggi, ancaman luapan air dari jalur lahar dingin selalu menghantui pemukiman di sekitar bantaran kali.

Secara terpisah, Ketua Komite SMAN 1 Sitim, Djon Adil SH menyampaikan bahwa hal ini dibahas dalam rapat orang tua di sekolah serta secara pribadi terundang dalam Musrenbang di tingkat kelurahan dan berkesempatan mengusulkan perbaikan tanggul tersebut. “Ini sudah diusulkan dalam Musrenbang, kita semua berharap ini bisa terealisasi,” tukas eks Anggota DPRD Sangihe dan Sitaro ini.

Sementara itu, Camat Siau Timur, Riki Ronald Lumakeki, saat dikonfirmasi membenarkan usulan tersebut. Ia menyebutkan bahwa persoalan tanggul jebol telah menjadi perhatian pemerintah setempat.

Ia menjelaskan, pada pekan lalu telah dilaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan. Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh masyarakat mengusulkan normalisasi alur kali serta perbaikan tanggul yang jebol.

“Usulan tersebut sudah dimasukkan dalam Musrenbang kelurahan dan akan dibawa ke tingkat kecamatan untuk selanjutnya diproses sesuai mekanisme perencanaan pembangunan,” jelas Lumakeki.

Diketahui, jebolnya talud penahan tanah di Kali Kering Akesimbeka terjadi akibat banjir lahar dingin pada pertengahan Januari lalu. Hingga kini, setiap kali hujan lebat mengguyur wilayah Siau Timur, air kerap meluap dan memicu kekhawatiran warga.

Sehingga masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)maupun di daerah dapat segera mengambil langkah konkret guna mencegah potensi kerusakan yang lebih besar, sekaligus memastikan keselamatan warga dan kelangsungan aktivitas pendidikan di sekitar lokasi terdampak.(*)

Penulis : Stenly Gaghunting

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *