SITARO – Aktivitas Gunung Api Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih tergolong tinggi. Berdasarkan laporan pemantauan periode 26 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WITA, gunung dengan ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut masih berada pada Level II (Waspada).
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang Siau, Yudia P. Tatipang, dalam laporan tersebut menguraikan bahwa secara visual Gunung Karangetang teramati cukup jelas meskipun beberapa kali tertutup kabut tipis hingga sedang. Aktivitas solfatara masih tampak dominan dari kawah.
“Teramati asap kawah berwarna putih dengan tekanan sedang hingga kuat, intensitas sedang sampai tebal, dengan tinggi kolom berkisar antara 50 hingga 100 meter di atas puncak kawah,” urai Yudia dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Selain itu, asap kawah dua juga terpantau berwarna putih dengan tekanan lemah hingga sedang, dengan tinggi sekitar 25–50 meter. Suara gemuruh lemah hingga kuat masih sering terdengar dan sesekali disertai kepulan asap keabuan akibat tekanan gas yang cukup kuat, dengan ketinggian mencapai 100 meter.
Dari sisi kegempaan, Pos PGA Karangetang mencatat 64 kali gempa hembusan, yang menunjukkan aktivitas degassing masih intens. “Gempa hembusan masih tergolong tinggi, ini menandakan tekanan gas di dalam gunung masih aktif,” jelas Yudia.
Selain gempa hembusan, tercatat pula 22 kali tremor non-harmonik, masing-masing satu gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam, serta tujuh gempa tektonik jauh. Kondisi ini mengindikasikan dinamika magma dan fluida vulkanik di dalam tubuh gunung masih berlangsung.
Secara meteorologi, cuaca di sekitar gunung terpantau berawan dengan suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celsius. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur, sehingga sebaran gas vulkanik masih terbatas di sekitar puncak.
Dengan kondisi tersebut, Yudia mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius bahaya yang telah ditetapkan. “Masyarakat dilarang mendekati Kawah Dua dan Kawah Utama dalam radius 1,5 kilometer, termasuk area perluasan sektoral ke arah barat daya dan selatan sejauh 2,5 kilometer,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan potensi guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya, mengingat material lava lama masih belum stabil.
Selain ancaman erupsi, masyarakat yang tinggal di sepanjang alur sungai yang berhulu di puncak Gunung Karangetang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang, terutama saat terjadi hujan lebat.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami mengimbau agar seluruh rekomendasi dipatuhi dan masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan Pos PGA Karangetang,” tutup Yudia.(*)
Pewarta : Anastasya
Editor : Stenly Gaghunting








