SITARO – Warga terdampak banjir bandang di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur (Sitim), Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), saat ini masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian. Sebagian warga menempati Museum dan Gereja Advent, sementara lainnya memilih mengungsi secara mandiri di rumah keluarga atau kerabat.
Di tengah kondisi tersebut, layanan kesehatan bagi para pengungsi tetap berjalan. Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sitaro selain melakukan kunjungan ke lokasi pengungsian untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan kondisi warga, mereka juga standby di Museum lokasi pengungsian.
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap pengungsi, terutama bagi warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan pascabencana. Pemeriksaan meliputi kondisi umum, tekanan darah, serta pemberian obat-obatan sesuai keluhan yang disampaikan pengungsi.
Selain itu, petugas juga memberikan vitamin dan imbauan terkait menjaga kebersihan di lingkungan pengungsian guna mencegah munculnya penyakit. Beberapa pengungsi menyampaikan bahwa kehadiran petugas kesehatan cukup membantu mereka selama berada di pengungsian.
“Kalau ada keluhan, bisa langsung diperiksa. Obat juga diberikan sesuai kebutuhan. Makanan juga tersedia dengan baik,” ujar Yanne Tawera, salah satu pengungsi.
Warga yang mengungsi secara mandiri juga masih berada dalam pemantauan petugas kesehatan. Dinkes Sitaro menyatakan layanan kesehatan tetap terbuka bagi pengungsi yang membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan, meskipun tidak berada di pusat penampungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, dr. Alva Mangundap, mengatakan pihaknya memastikan ketersediaan obat-obatan bagi pengungsi selama masa penanganan pascabencana.
“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan dan menyiapkan obat-obatan sesuai kebutuhan pengungsi. Tim kesehatan masih melakukan pemantauan di lokasi,” ujar dr. Alva Mangundap.
Selain layanan kesehatan, kebutuhan makanan bagi pengungsi juga disalurkan melalui pihak terkait. Warga menyebutkan makanan dibagikan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di pengungsian, meskipun aktivitas sehari-hari masih terbatas.
Hingga saat ini, warga Kelurahan Bahu masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kondisi lingkungan tempat tinggal mereka. Aktivitas di lokasi pengungsian masih berjalan dengan keterbatasan, sementara sebagian warga berharap dapat segera kembali ke rumah setelah situasi dinilai aman.(Rein)








