MANADO – Suasana haru menyelimuti Pelabuhan Manado saat jenazah mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA), Antonieta Evie Maria Mangolo, diberangkatkan menuju kampung halamannya di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Di atas kapal, keluarga dekat mendampingi almarhumah. Mereka menatap laut sambil memanjatkan doa, berharap perjalanan terakhir sang putri berlangsung aman. Isak tangis pun pecah di antara anggota keluarga, menandai perpisahan yang penuh duka.
Selain suasana haru, perhatian publik tetap tertuju pada penanganan kasus kematian almarhumah. Keluarga berharap pihak kepolisian menuntaskan penyelidikan secara profesional dan transparan. Salah satu kerabat, Richard Kabuhung, menegaskan:
“Harapan kami, kasus ini ditelusuri sampai selesai agar ada kejelasan bagi keluarga dan publik,” tulisnya di media sosial.
Desakan serupa datang dari tokoh masyarakat dan pemuda Nusa Utara, Hendrik Manossoh, yang menekankan pentingnya pengawalan serius terhadap proses hukum. Beberapa pengacara asal Nusa Utara, termasuk Niczem Wengen, juga menyatakan siap mendukung keluarga agar kasus ini diusut tuntas.
Pihak Universitas Negeri Manado (UNIMA) menyampaikan belasungkawa dan siap bekerja sama bila diperlukan. Saat ini, kasus masih dalam penanganan Polda Sulawesi Utara, di tengah sorotan publik yang terus meningkat.
Setibanya di Pulau Siau, jenazah akan disemayamkan di Dusun Luwaha, Kelurahan Tatahadeng, Kecamatan Siau Timur sebelum dimakamkan. Warga setempat telah bersiap menyambut kedatangan almarhumah sebagai bentuk dukungan dan penghormatan terakhir.
Perjalanan laut ini menjadi momen penuh makna. Bukan hanya pemulangan jenazah, tetapi juga simbol cinta, doa, dan harapan keluarga agar kebenaran atas peristiwa yang menimpa Antonieta dapat terungkap.
(Anastasya)








