SITARO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Siau, guna mempertanyakan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
RDP yang dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Sitaro tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sitaro, Djon Ponto Janis, dan dihadiri oleh anggota DPRD serta jajaran manajemen ULP PLN Siau. Dalam pertemuan itu, DPRD secara tegas meminta klarifikasi serta solusi konkret terkait kualitas layanan kelistrikan di wilayah Kabupaten Sitaro.
Ketua DPRD Sitaro, Djon Ponto Janis, saat diwawancarai mengatakan bahwa RDP ini merupakan bentuk tanggung jawab DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja BUMN/BUMD, khususnya ULP PLN Siau sebagai penyedia layanan listrik bagi masyarakat.
“RDP ini kami lakukan untuk meminta penjelasan secara langsung dari pihak PLN terkait pemadaman listrik yang terjadi berulang-ulang. Ini penting untuk menjawab keluhan masyarakat yang sudah cukup resah,” ujar Janis.
Ia menegaskan bahwa persoalan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik. Oleh karena itu, DPRD berharap pihak PLN dapat lebih serius dalam meningkatkan kualitas layanan.
Selain itu, Janis juga mengingatkan bahwa ketidakpuasan masyarakat akibat pemadaman listrik yang terus terjadi berpotensi memicu tindakan-tindakan provokatif yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami juga ingin mengantisipasi jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi masalah sosial yang lebih luas. Untuk itu, diperlukan keterbukaan informasi dan langkah nyata dari PLN,” tambahnya.
Sementara itu, Manager ULP PLN Siau, Riza Prihantiarno, menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi disebabkan adanya kerusakan pada dua unit mesin sewa. Menurutnya, kerusakan tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak Desember 2025 dan sempat kembali normal pada bulan yang sama.
“Namun pada saat itu kembali terjadi permasalahan teknis di lapangan sehingga menyebabkan mesin tersebut kembali mengalami kerusakan. Hingga saat ini terdapat dua unit mesin sewa yang masih dalam kondisi rusak,” jelas Riza.
Ia menambahkan bahwa pihak PLN telah melakukan berbagai upaya perbaikan dan pemeliharaan. Namun, untuk penanganan lebih lanjut masih menunggu kedatangan peralatan pendukung yang harus didatangkan dari luar daerah.
Terkait kepastian kapan pasokan listrik akan kembali normal sepenuhnya, Riza mengaku belum dapat memastikan waktu penyelesaiannya karena masih bergantung pada pengiriman alat dan teknisi yang akan dating ke Siau.
“Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga berharap adanya kerja sama dan pengertian dari semua pihak,” tutupnya.(Anastasya)








