SITARO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Lebih dari itu, kemerdekaan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Junia Sandy Dauhan, SH, mengatakan semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Junia, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun kehidupan yang lebih adil, aman, harmonis, dan sejahtera.
“Makna kemerdekaan bagi kita hari ini adalah bagaimana mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Kita harus menjaga persatuan, saling menghargai, saling membantu dan memberikan ruang bagi setiap orang untuk tumbuh serta mendapatkan kehidupan yang layak,” ujar Junia.
Ia menilai Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila, kata dia, bukan sekadar simbol yang dihafalkan, tetapi harus tercermin dalam perilaku setiap warga negara.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut Junia, mengajarkan masyarakat untuk menjalankan kehidupan dengan berlandaskan nilai moral sekaligus menghormati kebebasan setiap orang dalam menjalankan keyakinannya.
Sementara sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dapat diwujudkan dengan memperlakukan setiap orang secara manusiawi, menghormati martabat sesama, serta menolak segala bentuk kekerasan dan perlakuan diskriminatif.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus mampu melihat setiap orang sebagai manusia yang memiliki hak dan martabat yang sama. Karena itu, kepedulian terhadap sesama harus terus dibangun,” katanya.
Menurut Junia, nilai Pancasila juga sangat relevan dalam upaya membangun keluarga dan lingkungan yang aman, khususnya bagi perempuan dan anak. Masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan ruang yang bebas dari kekerasan, perundungan maupun perlakuan yang merendahkan martabat manusia.
Ia juga mengingatkan pentingnya semangat persatuan sebagaimana tercermin dalam sila ketiga. Perbedaan latar belakang, pilihan maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah hubungan sosial.
“Persatuan bukan berarti kita harus selalu sama. Justru di tengah perbedaan kita harus mampu saling menghormati dan menjaga kebersamaan. Itu salah satu bentuk nyata kita mengisi kemerdekaan,” ujar Junia.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun budaya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Perbedaan pendapat, kata dia, merupakan hal yang wajar, namun harus diselesaikan dengan mengedepankan dialog dan kepentingan bersama.
Sedangkan nilai keadilan sosial, menurut Junia, dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, termasuk kelompok rentan seperti perempuan, anak, keluarga kurang mampu dan masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan sosial.
“Pancasila harus hadir dalam tindakan kita. Mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, tempat kerja sampai dalam kehidupan bermasyarakat. Hal-hal sederhana seperti menghargai orang lain, membantu mereka yang membutuhkan dan tidak melakukan kekerasan merupakan bagian dari pengamalan Pancasila,” tuturnya.
Dalam momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81, Junia mengajak masyarakat Sitaro menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk memperkuat gotong royong dan kepedulian sosial.
Ia berharap masyarakat tidak hanya merayakan kemerdekaan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadikannya momentum untuk melakukan refleksi tentang kontribusi masing-masing dalam membangun daerah dan bangsa.
“Marilah kita isi kemerdekaan dengan karya, kepedulian dan tanggung jawab. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang kuat. Dari masyarakat yang saling menghargai akan lahir daerah dan bangsa yang semakin maju,” kata Junia.
Ia menambahkan, menjaga kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, semangat perjuangan para pendahulu bangsa harus diteruskan melalui pembangunan manusia, penguatan keluarga, perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta terciptanya kehidupan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Penulis : Anastasya








