Tradisi Tulude di Sangihe: Upacara Sakral yang Hiasi HUT ke-601

Wagub Sulut Victor Mailangkay bersama Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Wabup Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari bersama Ketua TP PKK Sangihe, pada Peringatan HUT ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Upacara Adat Tulude Tahun 2026.(Ist)
banner 468x60

SANGIHE – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menyebut Upacara Adat Tulude sebagai momentum rohani dan budaya yang berperan penting dalam mempererat persaudaraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Michael Thungari saat menghadiri Upacara Tulude 2026 yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe, di Tahuna, Sabtu. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay.

“Hari ini di perayaan HUT Sangihe ke 601 tahun dan upacara Tulude, Tuhan memberkati kita dengan cuaca sangat baik,” kata Bupati Michael Thungari.

Ia menegaskan bahwa Tulude merupakan upacara adat yang sakral dan memiliki makna mendalam bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Sangihe.

“Momentum rohani dan budaya untuk pererat persaudaraan, dan komitmen bersama yang rukun dan beriman kepada Tuhan,” ujarnya.

Menurut Bupati, Tulude bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Allah atas berkat, rahmat, dan alam ciptaan-Nya yang senantiasa menyertai kehidupan masyarakat.

“Upacara Tulude mengajak kita memaknai sukacita dengan utuh, dan semua peristiwa yang kita alami selama satu tahun, semua hanya karena tuntunan tangan Tuhan,” katanya.

Memasuki usia ke-601 tahun, Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi saksi perjalanan panjang para leluhur dalam membentuk budaya serta tatanan masyarakat yang beradab.

“Meneguhkan keteguhan iman kepada Allah dan penghormatan kepada alam ciptaan Tuhan,” jelasnya.

Tulude merupakan upacara adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Nusa Utara, meliputi Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Tradisi ini telah dilaksanakan selama bertahun-tahun dan dikenal sebagai upacara adat yang sakral serta religius bagi masyarakat etnis Sangihe dan Talaud.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay mengatakan Tulude merupakan manifestasi rasa syukur masyarakat Sangihe kepada Allah.

“Sangihe bagai kapal yang mampu menahan ombak keras di wilayah Pasifik, dan kearifan lokal masyarakat Sangihe yang mandiri,” kata Victor Mailangkay.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjutnya, mengapresiasi berbagai capaian yang diraih Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

“Melepaskan masa lalu dan menyongsong masa depan sebagai esensi Tulude,” ujarnya.(*)

Pewarta : Anastasya

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *