Jalan Terdampak Banjir dan Longsor di Siau Dapat Dilalui

Akses transportasi yang sempat putus akibat banjir bandang dan longsor akhirnya dapat dilalui setelah semua pihak dari tim gabungan bergotong royong membersihkan jalan. Nampak personil TNI AL saat bekerja di Kelurahan Bahu.(Foto:ANTARA/Stenly Gaghunting)
banner 468x60

SIAU — Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, menyatakan bahwa akses transportasi darat di wilayah Siau yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan longsor kini sudah dapat dilalui kembali.

Hal tersebut disampaikan menyusul upaya penanganan cepat yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait, termasuk pembersihan material longsor dan banjir yang menutup badan jalan di sejumlah titik.

“Puji Tuhan, akses jalan yang sempat tertutup akibat banjir bandang dan longsor di beberapa lokasi di Siau saat ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan,” ujar Bupati Chyntia Ingrid Kalangit.

Meski akses transportasi telah kembali normal, Bupati mengimbau seluruh pengguna jalan dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di wilayah yang rawan longsor dan genangan.

Menurutnya, kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil masih berpotensi menimbulkan bencana susulan, seperti longsor kecil atau material sisa yang kembali menutupi badan jalan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, memperhatikan kondisi sekitar, dan tidak memaksakan melintas jika cuaca ekstrem kembali terjadi,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses penanganan darurat, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat yang turut bergotong royong membuka kembali akses jalan.

Pemerintah Kabupaten Sitaro, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan bencana serta menyiagakan peralatan dan personel guna memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Dengan terbukanya kembali akses transportasi ini, diharapkan aktivitas warga, distribusi logistik, serta pelayanan publik di wilayah Siau dapat kembali berjalan secara bertahap.

Perlu diketahui sebelumnya, Kabupaten Kepulauan Sitaro, khususnya Pulau Siau, pada Senin, 5 Januari 2026, tepat pukul 02.45 WITA, dilanda banjir bandang dan longsor.

Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat selama kurang lebih lima jam tanpa henti, yang mengakibatkan meluapnya aliran air dan membawa material tanah serta batu ke permukiman warga dan akses jalan.

Adapun wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Bahu, Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, Kampung Salili, Kampung Bandil dan Kampung Makoa.

Penanganan darurat telah dan terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama TNI, Polri, serta masyarakat, meliputi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material banjir dan longsor.

Sehingga hal ini membuat pemerintah daerah mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, terhitung sejak 5 Januari 2026 hingga 18 Januari 2026.(Anastasya)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *